Senin, 30 Maret 2009

Milk

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Kisah nyata Harvey Milk yang awalnya hanya seorang pegawai asuransi biasa di New York. Di ulang tahunnya yang ke-40 dia memutuskan untuk berbuat sesuatu dalam hidupnya. Berkelanalah ia bersama Scott Smith, pacar brondognya, ke San Fransisco. Harvey memutuskan untuk terang-terangan menunjukkan homoseksualitasnya. Dia buka toko kamera bareng Scott yang akhirnya jadi base camp para aktivis gay dari berbagai tempat. Harvey memutuskan terjun ke politik supaya nggak ada lagi diskriminasi dan kekerasan terhadap kaum gay. Setelah dua kali gagal dalam pemilhan, akhirnya Harvey berhasil juga terpilih jadi city supervisor. Sayangnya, nggak lama menjabat, Harvey dibunuh oleh supervisor lainnya, Dan White, yang emang anti kaum gay.

Pantes Sean Penn dapat Oscar. Dahsyat banget aktingnya! Yang kita liat di film itu adalah Harvey Milk, bukan Sean Penn yang lagi berperan sebagai Harvey Milk.
Kasih jempol juga buat Gus Van Sant, sang sutradara. Semua pemain di sini bisa saling mengimbangi. James Franco yang cemen bener di Spiderman nggak malu-maluin banget deh berperan jadi pacarnya Harvey Milk. Begitu juga dengan Emile Hirsch yang berperan sebagai aktivis gay pendukung Harvey. Gemesin banget gayanya. Jeans ketatnya nggak nahaaann...!!! Bahkan Lucas Grabeel yang ngetop lewat High School Musical, bisa mencuri perhatian walau porsi kemunculannya nggak terlalu banyak.

Lagi-lagi film bagus yang telat saya tonton. *Sigh* Lama sih nunggu DVD yang udah sinkron gambar & subtitlenya. Buat kalian yang belom nonton, tunggu apalagi! Move that sexy back, segera ke lapak DVD terdekat!


“Without hope, life's not worth living.”

Selasa, 24 Maret 2009

Confessions of a Shopaholic

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
*SMS tone*
1 message received

“Ani mau ntn shopaholic ga tar sore? PS or Sency?”
From: “Stacey”
Sent: 8.42

Boleh juga neh…Tadinya sih mo’ nunggu DVD-nya aja tapi mumpung ada waktu bertemu teman2kuw yang lucu dan menggembirakan itu, sayang untuk dilewatkan. Janjianlah kita nonton di Sency jam 18.45.

Kenalan deh kita sama Rebecca Bloomwood. Cewek penggila belanja yang punya 12 kartu kredit dan dikejar2 tukang tagih kredit karena belum bayar tagihan. Film ini penuh dengan “lollipop” karena warna-warni bajunya Rebecca dan segala aksesoris penunjangnya. Plus bos ganteng dengan british accent yang seksi.
Menyenangkan. Kayak paused sebentar dari kesusahan hidup yang semakin menghimpit ini. *halah!*

Thanks girls for taking me out.

“You know that thing when you see someone cute and he smiles and your heart kind of goes like warm butter sliding down hot toast? Well that's what it's like when I see a store. Only it's better.”

Minggu, 22 Maret 2009

Into the Wild

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Aduuhh…ke mana aja lo baru nonton film ini?! Ya sudahlah, better late than never bukaaan…

Cerita tentang Christopher Johnson Mccandless alias Alexander Supertramp yang berkelana sampai ke Alaska. Lulus kuliah dengan nilai bagus, Chris memutuskan untuk hidup bebas berkelana, tanpa diperbudak duit dan materi. Duit dan karir bagus nggak bisa membeil kebahagiaan dan kebebesan hati, ini dia pelajari dari kehidupan kedua orangtuanya. Mereka orang-orang sukses berduit tapi toh tetap aja nggak bisa menjaga keharmonisan rumah tangganya. Sering berantem di depan anak-anaknya. Dia pun muak dengan kebohongan-kebohongan yang dibuat oleh ortunya selama ini.
Chris membakar sisa uang pemberian orangtuanya, mengganti namanya jadi Alexander Supertramp. Chris menumpang dari satu mobil ke mobil lainnya. Pindah-pindah tempat tinggal, sebelum pergi ke tempat tujuan utamanya: Alaska. Kenalan dengan suami-istri hippie, pasangan turis dari Kopenhagen, pemilk perkebunan, sampai bapak tua veteran militer. Selama 2 tahun perjalanannya, nggak sekalipun Chris berusaha menghubungi keluarganya.
Chris pun berhasil mencapai Alaska. Tinggal sendirian di dalam bus rongsokan. Hidup dari berburu hewan yang ada di sekitar situ.
Sampai suatu hari Chris memutuskan untuk pulang. Namun sayangnya, sungai yang dulu dia lewati di musim salju, berubah jadi arus yang deras di musim panas. Chris pun mundur kembali ke bus. Kehidupan makin sulit karena ternyata hewan-hewan yang tadinya mudah ditemui mulai jarang terlihat. Chris mulai strees. Dia hanya bisa makan tumbuhan-tumbuhan di sekitar situ. Sayangnya, dia salah makan tumbuhan beracun. Kondisi Chris yang sudah kurus jadi semakin bertambah parah. Nggak ada yang bisa dimintai tolong karena Chris benar-benar tinggal sendirian di tempat itu.
Di satu hari yang cerah, sambil memandangi birunya langit, Chris pun “berkelana” ke tempatNya.

Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata dengan latar belakang tahun 1990-1992. Sean Penn yang nulis skenario sekaligus menyutradarai film ini. Nggak hanya jago akting, dia juga bisa jadi sutradara. Alur film ini pas banget, walau durasinya menurut gue kepanjangan, tapi masih bisa ngalir dengan enaknya. Pemilihan Eddie Vedder sebagai pengisi soundtrack film ini jadi terasa pas banget. Emile Hirsch tampil luar biasa total. Kita bisa lihat perubahan fisik drastis waktu Chris tinggal di Alaska, terutama di hari-hari terakhirnya saat dia struggling dengan kelaparan
Keberanian Chris bikin kita ngiri. Dia yakin banget ke mana aja kita pergi, alam sekitarnya bisa ngasih kita kehidupan. Tapi tentu aja nggak harus seekstrem Chris yang mengasingkan diri dari keluarganya demi mencapai kebahagiaan. Toh akhirnya dia nyadar, “happiness only real when shared”.


Mr. Franz I think careers are a 20th century invention and I don't want one.

Minggu, 15 Maret 2009

mari tertawa @ taman menteng

Udah lama juga nih gak posting foto2 di MP. Gara2 kecanduan FB jadi sering MP agak terlupakan neh. Maaf yaaaa MP-kuw. Ini gue upload foto2 lagi deh.
Acaranya CCF-Buma, hari Sabtu kemaren (14/03) di Taman Menteng. Liat anak-anak baca puisi. lucu2 banget deh. Hiburan murmer menyenangkan yang bikin kita ketawa ha...ha...ha...haaa!

























Rabu, 04 Maret 2009

Now...




                                                
                        It's time to grow up, Ani.