Rabu, 26 Agustus 2009

Grey’s Anatomy Season 5

Rating:★★★★★
Category:Other
Gue sempat nggak bersemangat ngikutin Grey’s Anatomy lagi waktu Dr. Preston Burke dicoret dari serial ini. Dr. Burke yang tampil serius bisa ngimbangin sosok McDreamy yang so dreamy itu. Pasti rasanya kurang greget deh nonton Grey’s tanpa Dr. Burke. Gue pun nggak terlalu antusias buat beli DVD yang season 4.

Gara-gara Star World menayangkan season 4, gue jadi penasaran lagi deh. Kebetulan Irjean berbaik hati meminjamkan DVDnya, sekaligus sama awal season 5. Benar juga sih, season 4 berlangsung begitu saja tanpa kesan berarti. Gue jadi ngerti kenapa waktu tahun kemarin Katherin Heigl bilang Grey’s nggak bakal menang Emmy Award karena cerita sesaon ini menurun kualitasnya. Meredith-McDreamy memang sempat putus dan McDreamy pacaran lagi sama suster cantik yang gue lupa namanya. Tapi itu sih gue bilang cuma buat panjang-panjangin cerita aja sambil Shonda Rhimes dan timnya dapat wangsit cemerlang buat nulis cerita di season 5.

Cerita season 5 ternyata lebih dahsyat daripada season 2. Masih inget ending season 2 waktu Izzie dengan prom dress-nya nangis-nangis sambil meluk Denny yang akhirnya meninggal setelah susah payah dapat jantung baru? Adegan itu sekarang terasa kurang bombay setelah nonton ending season 5.

(Kalau kamu nggak suka spoiler, sebaiknya segera berhenti baca review ini)

Meredith-McDreamy jadian lagi dan berencana menikah. Sosok Burke tergantikan dengan dokter baru, Dr. Owen Hunt. Dr.Hunt ini tadinya tentara yang sempat tugas di Irak. Dia gabung di bagian trauma dan seperti Burke, Hunt pun naksir sama Christina.
Shonda Rhimes kayaknya pengen balas dendam sama kritikan Katherine Heigl di season 4. Makanya dia ngasih cobaan berat buat karakter Izzie Stevens di sini. Berawal dari penampakan kembali Denny Duquette yang hanya bisa dilihat oleh Izzie. Hidup Izzie dibuat kacau oleh pemunculan ini, apalagi dia sekarang udah jadian sama Alex. Izzie udah berkali-kali ngusir Denny, tetapi dia tetap kembali lagi. Sampai akhirnya Izzie sadar kalau halusinasinya tentang Denny adalah gejala penyakit tumor yang diidapnya.
Entah kenapa, gue merasa tokoh Izzie ini kayaknya paling sering dikasih cobaan menggila. Karakternya pun jadi semakin menonjol dibanding Meredith sang karakter utama.

Karakter George O’Malley seperti terpinggirkan di season ini. Apakah ini karena TR. Knight udah mau cabut season depan? Mmmhh… George baru mulai terasa berarti kehadirannya waktu adegan pernikahan Izzie-Alex. Waktu itu George menuntun Izzie, yang masih limbung akibat kemoterapi, berjalan menuju altar. Ini salah satu adengan mengharukan di season 5.
Yang paling mengharukan? Oh tentulah di episode pamungkas. Denyut jantung Izzie berhenti. George, yang luka parah tertabrak bus, terbaring kritis di meja operasi.
Izzie kembali memakai prom dress-nya, masuk ke lift yang sama seperti saat ia hendak menjenguk Denny. Pintu lift terbuka...dan George ada di situ. Dengan setelan tentaranya.

Dan gue mewek sambil meluk bantal.

Shonda Rhimes rese!


“Did you say it? 'I love you. I don't ever wanna live without you.
You changed my life.' Did you say it?
Make a plan. Set a goal. Work toward it.
But every now and then look around.
Drink it in. '
Cause this is it.
It might all be gone tomorrow.”

Angus, thongs and perfect snoggings

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Kalau dikasih kesempatan buat jadi ABG lagi, gue pilih jadi ABG di Eastbourne, Inggris Raya sono. Semua ucapan gue pasti terdengar jadi tambah dramatis dengan aksen Inggris yang medok, seperti Georgia, tokoh utama di film ini.

Georgia dan gengnya naksir berats sama kakak kelas mereka yang baru, Tim dan Robbie. Cowok kembar ”sex-gods” pindahan dari London. Georgia dan gengnya pun menyusun strategi buat ngegebet sang kakak kelas.
Kebetulan Georgia mau ultah yang ke-15, dia membujuk ortunya buat bikinin pesta yang super keren di club yang super happening lengkap dengan DJ-nya. Dengan begitu dia punya kesempatan buat bikin sang gebetan terkesan.
Sayangnya, ultah Georgia barengan sama Lindsay, kakak kelas mereka yang naksir sama Robbie. Lindsay juga berencana bikin pesta yang super keren.
Georgia pun jadi bete. Tambah be-te waktu bapaknya ditugasin ke New Zealand, trus tau-tau nyokapnya jadi sering pergi bareng cowok yang lagi ngedekor ulang rumah mereka.


Film ini cukup berkhasiat mengobati mood yang lagi rusak. Karakter Georgia yang bergejolak ini, sumpe deh bikin kita terhibur. Penglihatan pun dijamin cemerlang karena penampilan para brondong yang somehow terlihat seksi. Auw!
Ada bagian sedihnya juga sih, waktu Georgia nangis-nangis datang ke kantor bokapnya, minta bokapnya yang lagi tugas di New Zealand segera balik ke Eastbourne. Huhuhuhuhuu...sumpe gue nangis di bagian ini.
Masih menyisakan adegan klise yang ”kejui” (cheesy ;) di bagian akhir film. Cukup dimaklumi deh, namanya juga teen-flick yah.

”Oh flip, flipper and flipping hell!”

Selasa, 11 Agustus 2009

I love you, man

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Menjelang hari perkawinannya, Peter panik. Bukan, bukan karena dia tiba-tiba parno sama kehidupan perkawiannya kelak. Dia nggak punya masalah sama tunangannya. Dia juga nggak keberatan tunangannya, Zooey, beserta geng ceweknya yang punya jadwal rutin buat ”girls night out”. Masalahnya justru karena Peter nggak punya sahabat cowok yang bisa dijadiin ”best man” di hari pernikahannya nanti.
Peter memang lebih masuk bergaul sama cewek-cewek (maybe he’s a Sagittarius, heh ;) Teman cowok yang cukup dekat hanya adiknya yang gay (sumpe kocak bener nih adiknya).

Demi menjaga ”keseimbangan” jumlah teman cewek-cowok di pernikahan mereka, Peter mulai mencari teman cowok yang bisa jadi ”potential best man”. Ternyata nyari teman cowok sama rumitnya kayak nyari pacar. It’s all about chemistry, baby!
Secara nggak sengaja Peter ketemu Sydney saat open house salah satu rumah seleb yang mau dijual. Dari awal ketemu Peter udah kagum sama sifat Jim yang terus terang dan nyantai. Peter pun ngajak Sydney buat ”man-date” dan dari situ hubungan mereka makin akrab.
Sayangnya, semakin mereka akrab, Zooey jadi merasa tersisihkan. Mereka pun jadi bertengkar dan perkawinan terancam batal.

Namanya juga film komedi, pastilah endingnya happy. Tinggal liat aja gimana caranya semuanya berakhir indah. Ide ceritanya menarik sih, hubungan antar cowok emang jarang dibahas di film komedi romantis. Mungkin karena cowok nggak seemosional dan sekompleks cewek kali yee.


Peter: ”I love you, dude”
Sidney: “I love you, bro Montana”