Selasa, 22 November 2005

Harry Potter and the Goblet of Fire

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy

Buat gue ini film HarPot paling tobb! Excitement-nya sedikit sama dengan bukunya. Dari World Cup Quiddicth sampai kebangkitan kembali Lord Voldermort mendekati dengan apa yang gue harapkan. Pastinya banyak detail di buku yang dipotong sana-sini (iyalah, bisa 2 hari 2 malem baru abis tuh film). Bagian ke-4 cerita HarPot ini jadi awal masa-masa kegelapan Harry di Hogwarts dengan adanya tokoh cerita yang mati.

Adegan yang paling gue tunggu2 tentunya pas pertandingan final Triwizard saat Harry & Cedric bareng-bareng ngambil piala dan t’nyata itu ”jebakan” yang mengantarkan mereka ke kuburan keluarga Lord Voldermort. Di situlah Lord Voldermort bangkit kembali dan duel adu kuat2an sama Harry. Walau nggak terlalu spektakuler tapi lebih bagus lah dari HarPot 3 saat Harry ngelawan ”ciuman maut” para Dementor.

Diantara ”kegelapan” ceritanya, kita masih bisa nemuin adegan2 segar kayak Yule Ball (semacam pesta dansa gitu deh) di mana kita bisa lihat Harry dan teman2nya udah pada ABG. Harry mulai naksir cewe’, Ron & Hermione mulai ”cemburu2 t’selubung”. Humor-humornya juga lebih t’eksplor t’utama Fred & George yang semakin gokil & jahil.

Castingnya udah hampir pas. Cedric Diggory yang guanteng teng! Viktor Krum yang atletis, Mad Eye Moody yang aneh, Madam Maxine yang raksasa. Tapi pemeran Fleur Delacour masih kurang pas deh, kurang menggoda kayak deskripsi dibuku. Ralph Fiennes yang jadi Lord Voldermort cukup okelah...walau kayaknya kalau diperanin sama Gary Oldman bisa lebih bikin ”bergidik”.
Mudah-mudahan sekuel seterusnya bisa makin tobb!

Hayo, hayo, segeralah banjiri bioskop2 terdekat! Rame2 kita nonton HarPot empat!

“Avada kedavra!” (Voldermort)
“Imperius!” (Harry Potter)

Kamis, 10 November 2005

Rabu, 09 November 2005

ucap2an


SMS Lebaran yang lucu, haru & blagu




Saat jari tak sempat berjabat dan wajah tak sempat bertatap


Setulus hati kami sampaikan permohonan maaf lahir batin


Minal Aidin Wal Faidzin


(from Soraya)




hatiku nggak sebening XL dan gak secerah MENTARI


krn byk khilaf kubuat, FREN kupinta SIMPATImu BEBASkanku dgn maafmu.


Met Idul Fitri ya, smg ibadah qt dpt acungan JEMPOL


(from June;)




sedapnya opor ayam dan hidangan di hari Lebaran tak sebanding sedapnya maaf yang tulus di hari kemenangan. Mohon maaf lahir dan batin.


(from Dewi)




awan putih pun tak seputih hatimu skarang, smoga ada setitik air maaf dr mu yang bisa bersihkan dosaku padamu.


(from Apip)




akhirnya elo bisa lega, krn udah gw maafin smua kesalahan2 elo.


Tp usahakan jgn diulangin lg yah.


Dan spy seimbang, gw jg mau mohon maaf lahir & batin.


(from Anggun)




dari hati yg seputih cocaine dan sebening vodca, utk kesalahan gw walaupun sekecil ecstasy, dihari yang seharum mariyuana ini gw mohon maaf lahir & batin.


(from Andri)




Biar BBM mahal, sembako mahal, ongkos mudik mahal, biar kepedulian DPR en pmerintah jg mahal, maaf hrs diobral semurah2nya. Andre & kel mhn maaf lahir bathin.


(from Andre Donas)




Hidup begitu singkat, tp banyak kesempatan membuat kesalahan. Di wkt yg sedikit ini, ijinkan kami mohon maaf sebesar-besarnya.


(from Risa)




menyinggung kiri, menyenggol kanan, melukai sini, menyakiti sana



Dosa & salah memang milik manusia semata mhn dimaafkan. Selamat Idul Fitri


(from Nadya)




semoga sejuknya takbir mengalir di hati meluruhkan khilaf, mengikhlaskan maaf… Mohon maaf lahir dan batin, selamat Idul Fitri 1426 Hijriah.


(from Arievz)


Senin, 31 Oktober 2005

Sinar maaf

Lihat!


Langit saja bisa berubah warna


Apalagi kita


Kalau kemarin aku bawa awan mendung


penyebab luka hatimu


 


Hari ini


Aku bawa sinar maaf paling cerah


Untuk dirimu kembali tersenyum


 


Selamat Idul Fitri, kawan

Senin, 17 Oktober 2005

Catatan Akhir Sekolah

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Tiga orang cowo’ SMU Fajar Harapan pengen ”dianggep” setelah hampir 3 tahun sekolah di sana. Alde, Agni & Arian merasa sudah saatnya mereka tidak lagi dilihat sebagai kawanan cupu ato warga kelas 2. Acara pensi sekolah jadi momen tepat sebagai ajang pembuktian keberadaan mereka. Caranya dengan pasang film dokumenter bikinin mereka mengenai keseharian SMU Fajar Harapan. Video yang semula dianggap sekedar lucu-lucuan ternyata bawa dampak besar. Seorang cowo’ keren diputusin sama pacarnya karena stelah liat video itu si cewe’ nyadar betapa kasarnya tuh cowo’ sama dia. Alde yang pemalu jadi berani bilang suka sama cewe’ yang ditaksirnya dari kelas 1. Dan...kepala sekolah mereka yang centil serta mata duitan akhirnya terguling akibat terbukti menerima sogokan dari orang tua murid.

Menurut gue ini film remaja yang asyik. Ceritanya ringan tapi nggak cemen. Ada cinta-cintaan tapi nggak cengeng. Ada berantem-berantem tapi nggak maksa. Ada gebleg-geblegnya tapi nggak konyol. Ada kocak-kocaknya tapi nggak garing. Para pemainnya nggak terlalu ngetop tapi mainnya bagus. Chemistry-nya dapet, alurnya ceritanya pas, dialognya ngalir. Karakter yang ditampilin memang khas anak sekolahan deh. Alde itu pemalu & penengah teman2nya, Agni itu ambisius plus sok ”idealis”, Arian itu paling tengil & doyang ngomong ”konkret”. Ada cowok keren jagoan sekolah beserta pengikut2nya, bu guru cantik yang ngajarnya asyik, pak guru bijak yang disukain semua anak, kepala sekolah rese’, satpam galak penjaga gerbang, sampe preman penunggu halte.
Lagu-lagu soundtracknya juga asyik. Ada lagunya Mocca yang baru gue denger di film itu.

Tapi herannya kenapa film sebagus ini nggak kedengaran gaungnya waktu tayang di bioskop? Kurang promosi kali yeee... Sayang banget deh! Padahal cerita nih film konkret banget!
Segeralah cari VCD-nya yang hanya 25 ribu rupiah di toko kaset favoritmu!


"Kenapa? Karena 3 tahun kita sekolah konkretnya itu cuma nyatet, nyatet & nyatet!" (Arian).



Selasa, 11 Oktober 2005

The hardest things

Cobaan terberat selama bulan puasa? Nahan emosi, jaga omongan, nge-rem m'cibir & meredam su'uzon. Semua itu gue alamin pada waktu b'samaan pas meeting jingle dengan client kemaren sore. Timingnya aja udah nggak sopan(jam 5 gituuu) dan clientnya sangat "emotionally challenge. Sebenarnya kita udah cukup b'pengalaman dengan client ini, yang bisa minta revisi sepuluh ribu kali. Dari awal udah siap2 "nyetok" rasa sabar biar jinglenya cepat di-approve.


Kita udah janjian neh ceritanya, apapun yang terjadi jingle kali ini harus di-approve dan nggak boleh minta revisi2 lagi! Maka sepanjang meeting stiap kali client kasih comment kita langsung antisipasi dengan jawaba2n diplomatis (cieee...) Kalo ada yang perlu direvisi usahakan nggak t'lalu banyak. Nahh...comment2 client itu lah yang sangat menguji kesabaran. Dalam hati kita udah ngebatin; "yang bener aja nih bapak", "ampuuunnn...", "duuhh...bolot banget seh!", "sok tau banget seh!", "Yeee...itu sih nenek grondong juga tau!", "duh, situ kan bapak2 yang mana tau lah...", "yah minta ganti lagi neh!", "make up your mind deh, ganti2 mulu", "sebenarnya dia ngerti nggak seh?" etc, etc. Tarik nafas dalam...sabar, sabar. Sempat ada satu moment yang gue nggak tahan banget sampai gue dzikir aja dalam hati dan nggak dengerin lagi clientnya ngomong apa


Pada akhirnya jingle pun di-approve, ah leganyaaaa...   Client senang, musisi senang, agency apalagiiiiiiiiiiiiiiii.... Yipe! Walau masih akan b'temu dengan clietn itu lagi, tapi at least satu fase sudah t'lewati.