tok
tik
tok
...
tok, tok, tok!
2008 udah berkokok!
semoga nggak bikin kita mentok
semangat nggak keok
dan nggak kapok
tetap optimis 2008 bisa lebih asyik!
*plok, plok, plok!*
Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com
Subscribe to Vogue Magazine at a 63% discount!
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Andrea Hirata |
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Other |
| Start: | Dec 2, '07 3:00p |
| End: | Dec 21, '07 8:00p |
| Location: | Cafe au Lait, Jl. Cikini Raya 17, Jakarta Pusat |
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | Andrea Hirata |
Anak sekolahan
Anak rumahan
Penyair virtual
Penyiar radio
Guru bahasa Inggris
Guru bahasa isyarat
Produser beken
Petani sukses
Pemilik rumah kost
Pasti punya nomer hape-nya
Pekerja media
Pekerja malam
Pekerja siang
Pekerja kasar
Pekerja halus
Pekerja paruh waktu
Pekerja penuh waktu
Tak pelak lagi add dia di list YM mereka
Dokter gigi
Dokter mata
Dokter THT
Dokter kulit
Dokter cinta
Dokter feelgood
Dokter jones
Dokter masuk desa
Dokter jaga
Tentu sudah masuk friend’s list Facebook-nya
Kalau di luar sono ada Raymond yang dicintai semua orang
Di dalam sini ada Uga yang dikenal semua orang
Uh!Gaulnya...!
24/10/07
Kagum berats karna Uga ternyata kenal sama dokter gigikuw!
Thomas J. Sennett: What do you think it's like?
Vada Sultenfuss: What?
Thomas J. Sennett: Heaven.
Vada Sultenfuss: I think... everybody gets their own white horse and all they do is ride them and eat marshmallows all day. And everybody's best friends with everybody else. When you play sports, there's no teams, so nobody gets picked last.
Thomas J. Sennett: But what if you're afraid to ride horses?
Vada Sultenfuss: Doesn't matter 'cause they're not regular horses. They've got wings. And it's no big deal if you fall 'cause you'll just land in a cloud.
(salah satu dari sedikit film yang bisa bikin gue nangis walau udah ditonton berkali-kali walau udah bertahun-tahun lalu bikinnya. kemaren sempet nonton lagi dan gue tetep mewek waktu Vada nyamperin peti matinyaThomas J. Hiks! Duet akting yang menggemaskan dari Macaulay Culkin dan Anna Chlusmsky. Apa kabarnya anak2 itu ya?)
Copy-paste dari cangkir kopinya nona Isse. Mumpung lagi santai gila sampe mati gaya lebih baik isi kuisnya
Ini adalah peraturan permainannya :
1. Open your library (iTunes, Winamp, Media Player, iPod, etc)
2. Put it on shuffle
3. Press play
4. For every question, type the song that's playing
5. When you go to a new question, press the next button
6. Don't lie and try to pretend you're cool...just type it in man!
1.Opening Credits: Diagonals - Stereolab
2. Waking Up: The prophecy - Float
3. First Day At School: High road - Fort Minor
4. Falling In Love: Matahari - ost Badai Pasti Berlalu (kok sedih ya?)
5. "The Relationship": Rain of July - The Monophones
7. Breaking Up: Sunday Lovely Sunday - Edson (lah kok seneng?)
8. Prom: Track 07 - Maliq & d'Essentials (huaaaa...nggak tau judulnya)
9. Life: Cermin - Sore (lumayan pas...)
10. Mental Breakdown: Imperial March - ost Star Wars (hahaahahahhaaa)
11. Driving: Big girls don't cry - Fergie
12. Flashback: So amazing - Beyonce & Stevie Wonder
13. Getting Back Together: A house is not a home - ndak tau siapa penyanyinya
14. Wedding: Black tambourine - Beck
15. Birth of Child: Miss Modular - Stereolab
16. Final Battle: Sweetest place- Dewa 19 (gw baru nyadar Dewa ada lagu ini)
17. Death Scene: Gadis gangster - The Upstairs (gile...)
18. Funeral Song: Aku tetaplah aku - Dewa 19 (gahar gini lagunya)
19. End credits: Dance with my father - Luther Vandross (aah...what a sweet ending)
Terlambat Bertemu - RSD
Diriku dirimu
Mungkin terlambat bertemu
Kau telah punya cinta
Begitu juga aku
Walau sesungguhnya ingin hati bersamamamu
Reff:
Mengapa semua indah biila ada dekatmu
Getar lebih berasa dari cinta yang ada
Tak bisa aku ingkari
Meski kadang sadari
Mungkin diriku yg salah
(pasti diriku yang salah)
Tak mungkin terus begini
Tak boleh ada lagi
Harapan lebih itu
Walau sesungguhnya ingin hati memiliki
From Bandara to
Jum’at (7/09) di terminal 1B bandara Soekarno-Hatta jam 5.15. Clingak clinguk cari rombongan JS. Di email katanya ada yang megang spanduk JS tapi kok belum keliatan ya? Tilpun2 mas Andrew sambil clingak clinguk …and oh there they are! Setelah absen, gue dikasih tas selempang ijo jalansutra berisi sendok dan buku panduan tour. Lho kok ada sendok? Katanya itu berguna buat icip-icip makanan nanti. Lucu juga…
Selesai absen, saatnya kenalan sama peserta lain. Keparno-an gue nggak dapat teman di tour ini langsung luntur begitu kenalan sama mbak Lily dan anaknya, Fitra (yang tadinya gue sangka adik or keponakannya, hehehehe). Kemudian ada Julia dan Telly yang juga berangkat sendiri, mbak Mahda dan mbak Lusi teman sebangku di pesawat, tante Grace yang kocak banget, om dan tante Buntaran yang kemesraannya bikin ngiri semua peserta (hehehehehe) dan banyak lagi.
Pesawat kita, Sriwijaya Air, berangkat tepat jam 06.45 menuju Tanjung Pandan, Belitung. Wehh...kita satu pesawat sama Peterpan! Aduh itu Ariel kasep pisaaan...hehehehe. Sayang nggak setinggi yang gue kira (kayak ada ngaruhnya aja gitu buat gue!) Mereka emang mau manggung di Belitung dalam rangka LA Lights Concert.
Sekitar jam setengah 8 kita nyampe di bandara HAS Hanandjoeddin dengan perut lapar :p (tapi jiwa narsis nggak pernah ketinggalan karena begitu nyentuh daratan lagi langsung foto2). Dari bandara kita menuju tempat sarapan (cihuy!), mie Belitung. Kotanya masih sepi banget. Nggak pake macet, nggak ada tukang parkir. Nggak nyampe 30 menit dari bandara kita udah nyampe di tempat mie Belitung. Tempatnya nggak ada namanya, cuma plang jalan Sriwijaya no. 27 dan spanduk XL Bebas serta Indosat. Mie Belitung itu bentuknya ya kayak mie pada umumnya (ya iyalah!), pake kuah kental gitu yang rasanya manis, ditaburi irisan kentang (ada udangnya juga atu biji) dan kerupuk emping. Di tempat ini jugalah kita kenalan sama yang namanya jeruk kunci, semacam jeruk nipis gitu deh dan kayaknya selalu ada di tiap tempat makan yang kita kunjungin.
Selesai menyerbu mie Belitung, kita jalan kaki ke warung kopi Ake. Warung kopi sebenar-benarnya warung kopi dengan kursi kayu dan jajanan pasarnya. Masak kopinya aja pake kompor arang (sempat ada yang mau beli arangnya neh, hehehe). Terus disaring pake kaos kaki. Enggak ding, ada saringannya gitu sih, tapi kita liatnya kayak kaos kaki.Tenang aja, rasanya nggak kayak jempol kaki kok ;) Berhubung hari panas, gue pesen es kopi susu. Pengaruh tempat, ngeliat langsung cara buatnya, rame-ramenya bikin rasanya yang kemanisan buat gue (susunya sekaleng kali ye) bisalah ”dimaafkan”.
Selesai menyeruput kopi dan cemal-cemil, kita pun bergerak ke pabrik pembuatan sambelingkung alias abon ikan. ”Luasnya 12 hektar!”, gitu kata mas Andrew. Kalau liat dari gelagat peserta lain yang sudah pengalaman ikut tour, info kayak gini patut dicurigai. Pasti nggak seperti yang kita kira. Dan...bener aja. Yang namanya ”pabrik” itu bentuknya rumah dengan tanah kosong yang luassssss...terbentang (ditawari beli tanah di situ juga tuh). Halah, halah. Yang namanya abon ikan ya pasti dibuat dari ikan, ikan tenggiri tepatnya. Prosesnya cukup bikin mata perih, karena dimasak pake kompor kayu bakar di atas wajan super XL buat ngaduk adonan abon. Hadohh...gue nggak tahan lama-lama di dapurnya, bikin kita menitikkan air mata saking berasapnya. Salut deh buat ibu-ibu pekerja di sana.
Selesai kunjungan (dan pesan2 juga pastinya) ke ”pabrik” abon, saatnya maksi!! Eehh...kita mampir dulu deh ke toko roti ”Happy” yang jual roti isi sambelingkung tadi. Nggak lama-lama di situ, coba nyoba roti terus langsung menuju tempat maksi di rumah makan Pribumi. Dari toko roti ”Happy” itu udah turun hujan deras, kebayang dong gimana nanti gaharnya kita pas maksi,hihihihi.
Karena kotanya yang segitu-gitu aja (nggak ada tukang parkir lho di sini!) nggak nyampe 10 menit kita nyampe di rumah makan Pribumi. Setelah berlari-lari kecil pas turun dari mobil buat menghindari hujan, kita pun duduk manis nunggu makanan datang. Modelnya kayak di rumah makan Padang gitu, makanannya ngampar semua di meja. Tinggal pilih deh mau nyolek yang mana. Sebelum makan, mas Irvan, ngasih sedikit pengarahan. Tentang si kepiting telor paling jujur, yaitu cangkang kepiting yang dimasak pake telor (halah!). Di tempat ini pula gue baru ngerasain tahu paling enak! Lembut...banget. Pas masuk mulut ”nyeesss”...ancur bareng air liur (apa seeehh). Sebagai ”tempe person” gue kaget juga ada tahu yang bisa melupakan preferensi gue kepada tempe,hehehehehe.
Perut udah kenyang, hujan udah berhenti. Our next destination is the beach!!! Cihuy! Pantai pertama yang kita kunjungin di daerah Tanjung Kelayang. Katanya sih ini private beach punya si pemilik bus yang kita pake selama di
Dari Tanjung Kelayang kita akhirnya check in di Lor In. Gue dapat sekamar sama Telly. Selesai taro koper, ganti baju, ngecek2 kamar mandinya yang open air, narsis dikit ;), kita pun segera berangkat ke pantai Tanjung Tinggi alias pantainya Dian Sastro. Karena tuh pantai pernah dipake buat shooting iklan Lux katanya...hehehehe. Begitu sampai di pantainya, oh waaaawwww...sesak napas deh liatnya. Bagus banget...! Pasirnya yang putih dan lembut, air jernihnya yang dengan refleksi gradasi tiga warnanya, batu-batu ”geda” yang ngampar dengan cantiknya. Pantainya benar-benar tenang, not even the sound of waves! Sungguh tempat ideal for doing nothing (dan foto2 tentunya ;) Apalagi ditambah dengan menyeruput kelapa muda, slurrupss! Kurang kopi panas sama
Selesai santai-santai di TanjungTinggi (pengennya sih nggak selesai yah) kita balik lagi ke hotel. Foto-foto bentar di depan hotel pas lagi sunset, balik ke
...masih belom pegel bacanya? hebat! masih nyambung lagi yeee...
From email to parno attack : ”Waiting list nomer 20-an? Hadoooh...”
Disebabkan kebutuhan akan cuti sudah akut, jadilah gue ikut tour ke BaBel (Bangka Belitung) yang diadain milis Jalansutra (singkatnya JS) tanggal 7-9 September kemaren. Tadinya mo’ pergi bareng June’, partner in crime liburan, tapi karena satu dan lain hal dia batal ikut. Waktu daftar sempet deg2an nggak bakal keangkut. Karena dari 25 seat yang tersedia itu udah penuh semua dan gue masuk daftar penunggu alias waiting list. Somehow jatah seat-nya nambah jadi 34 and I keep crossing my finger karena nama gue masih di urutan penunggu nomor 20 sekian. Hadoh...dapet nggak ya?
Kemudian pada suatu sore yang cerah sebuah email datang dari mas Andrew, salah satu tour leader JS. Yak! Gue bisa ikut! Cihuy! Cihay! Cihoy! Cihey! Cuti! Liburan! Akhirnya! Sebelumnya gue emang udah denger tentang keindahan pantai di Bangka dari seorang teman kuliah. Tambah ngiler lagi waktu liat foto2 pantainya Belitung di multiply seorang anggota JS. Pasti okeh nih buat bengong2 nggak jelas (buat foto2 juga tentunya ;)
Masalah pendaftaran beres sekarang masalah mental nih. Baru kali ini gue pergi sendiri ke luar kota sama orang-orang yang sama sekali nggak gue kenal. Yang gue tahu pasti mereka adalah orang-orang yang doyan makan, hehehehe. Tiba-tiba gue mulai parno. Pertanyaan2 nggak penting bermain di kepala. Mereka ada yang pergi sendiri juga nggak ya? Jangan-jangan pada bawa teman or pasangan semua terus gue cengo’ aja gituh sendirian. Terus pada baik-baik nggak ya? Bisa nyambung nggak ya ngobrolnya? Hari Kamis (6/09), satu hari sebelum pergi, tiba-tiba aja badan gue berasa lemes. Lutut gue kayak gak ada yang nopang. Waduh...semacam parno attack kah ini? Malamnya lebih gebleg lagi. Karena harus berangkat jam setengah 5 pagi, gue usahain banget tidur cepat sebelum jam 12. TV sengaja nggak gue nyalain. Alarm udah dipasang jam 3.20 biar ada jeda buat ngumpulin nyawa plus antisipasi kalau tidurnya terlalu ”kebo”. Saking takutnya nggak bisa tidur cepet yang ada gue beneran nggak bisa tidur. Akhirnya ya nyalain TV lagi, nonton bentar, pasang timer, mata mulai kriep2 dan zzzz...zzzz...
Kayaknya baru 5 menit tidur udah bunyi aja tuh alarm. Oke, oke, ngulet bentar, duduk dulu, dengar suara ngaji dari mesjid deket rumah, mata mulai kriep2, wait, wait, wakey wakey Ani! Hap! Hap! I got up the bed, ngambil handuk, dengar suara nyokap dari bawah ngecek gue udah bangun belum. Mandi. Siap-siap. Sarapan subuh2 minum Milo dan makan roti. Dianter bokap naik Damri di Blok M. Yep! I’m ready to go! Expanding my comfort zone!
...b'sambung yee...
Hanya keberanian yang terbawa
Cemas hanya mengintip dari belakang
Tarik napassssssss...
Yak!
Luaskan zona
Lapangkan ruang
Buat si nyaman bercanda lebih lega
07/09/07
Belitung-coffee time
Apa ini?
Galau mengacau
Merahnya senyum
Meriahnya tawa
Dingin berdesir
Bibir terkatup
Mata berkaca-kaca
Lalu merasa sendiri
Asing
Terdampar
Terpojok
Tenggelam
Jreb!
05/09/07
Tak ada tembok terlalu sulit untuk ditembus
Kala aku memangilmu
Kau akan datang
Bebaskanku dari belenggu rindu
22/8/07
Sleepless night
*Accio adalah mantra Harry Potter untuk mendatangkan sesuatu yang jauh ke hadapan kita.
Wentworth Miller adalah pemain serial "Prison Break" yang sedang Anda nikmati kegantengansesaknapasnya di halaman ini
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Restaurants |
| Cuisine: | Other |
| Location: | Jl. Cik Di Tiro (depan Jakarta Eye Center) |
-inilah akibat long wiken bokek, di rumah aja, sambil ngerjain utang kerjaan script radio, dengerin lawakan jadul Warkop. Murmer menghibur bikin sakit perut-
Suatu hari anak-anak di kampung si Ending minta jalan-jalan ke Kebun Raya. Padahal si Ending lagi kagak punya duit. Tapi kagak tega juga dia sama anak-anak itu. Akhirnya dia nekat ngajak tuh anak-anak ke Kebun Raya. Sebelum berangkat Ending minta dicariin peci.
Udah deh tuh mereka pun berangkat naik kereta api. Ending langsung nyari tempat duduk dekat jendela dan...tidur! Dateng petugas, nanyain tiket. Semua nunjuk ke Ending.
”yang mana orangnya?”
”itu pak, nyang tidur di dekat jendela, pake peci”
Disamperinlah ama si petugas.
”mas, tiket mas!”
Ending tetap tidur.
“eh mas...tiketnya!”
Masih belum bangun.
’MAS!”
Ending kaget! Pecinya langsung copot, kelempar keluar jendela.
Dia langsung marah-marah ke tuh petugas.
”Bapak ini gimana! Kalau bangunin orang jangan ngagetin dong! Itu peci copot padahal di dalam situ ada tiket kereta pulang pergi sama duit buat masuk kebun raya! Saya nggak mau tahu pokoknya bapak harus ganti!”
-------
Kali ini Indro lagi jadi dokter masuk desa. Dia bertanya lah sama warga situ, kira-kira kayak gini deh.
Indro: Bapak-bapak, ibu-ibu...siapa yang tahu kepanjangan muntaber?
Kasino (sebagai warga yg sok you know): Saya dok! Muntaber itu musyawarah tanpa bermufakat!
Kasino: Ahh…itusingkatan lama! Yang baru musyawarah tanpa bermufakat.
Indro: Kok bisa?
Kasino: iya, masuknya bareng-bareng, keluarnya sendiri-sendiri. Satu lewat depan, satunya lewat belakang!
Grrrrr...
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Literature & Fiction |
| Author: | JK Rowling |
Jangan kau tanam rasa ini
Jika akhirnya hanya
Menuai dosa
10/07/07
"A melody is like seeing someone for the first time. The physical attraction. Sex.
But then, as you get to know the person, that's the lyrics. Their story. Who they are underneath.
It's the combination of the 2 that makes it magical."
Sementara... teduhlah, hatiku
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh
Sementara... ingat lagi mimpi
Juga janji-janji
Jangan kau ingkari lagi
Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Jangan henti disini
Sementara... lupakanlah rindu
Sadarlah, hatiku
Hanya ada kau dan aku
Dan, sementara... akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita berdua
Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Untuk sementara saja
(dari www.floatproject.com)
walau tak terlalu senang dengan ending filmnya namun gue jatuh cinta berats sama soundtracknya. lagu2nya bisa menyeret kita seolah2 lagi jalan-jalan bareng tokoh utamanya. dan lagu ini...njleb! nancep bener! "b'darah2" deh dengernya!
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Science Fiction & Fantasy |