Tampilkan postingan dengan label openpages. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label openpages. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2009

Kabul Beauty School

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Deborah Rodriguez


Debbie Rodriguez, seorang penata rias dari Holand Michingan, AS, suatu hari tergerak hatinya buat jadi relawan. Tak tanggung-tanggung, tempat yang dipilihnya adalah Afganistan. Waktu itu tahun 2002, saat kekuasaan Taliban baru berakhir di negara itu. Ngapain yah orang salon nyasar ke negara yang bertahun-tahun melarang kaum perempuannya merias diri bahkan bercermin pun dilarang? Memangnya di sana ada wanita karir yang perlu diblow dry rambutnya jam 6 pagi karena jam 8 sudah harus meeting?
Debbie memang sempat ragu apakah dirinya bisa berguna di sana? Sementara relawan lain profesinya lebih bergengsi, seperti dokter.

Ternyata, hasrat tampil cantik itu selalu ada di hati perempuan mana pun, di belahan dunia mana saja. Tak bisa ditutupi oleh burqa, pakaian panjang yang menutupi seluruh tubuh, yang dipakai para perempuan Kabul bertahun-tahun lamanya. Maka sesuai keahliannya, Deb membuka sekolah kecantikan di Kabul. Tidak hanya untuk mempercantik wanita Afghan yang dasarnya sudah cantik, tetapi lebih memberikan mereka rasa percaya diri dan kesempatan untuk cari uang sendiri.

Luar biasa memang semangatnya Debbie buat mewujudkan sekolah kecantikannya ini. Dia minta bantuan dari para produsen produk kecantikan buat mensuplai barang-barang yang dia butuhkan. Niat baik nggak selamanya berjalan mulus. Masih banyak penduduk Afghan yang memberi label negatif pada sekolah kecantikan. Bahkan kementerian perempuan di sana pun mencabut dukungan mereka kepada Debbie. Namun niat baik juga selalu diberi jalan keluar. Selalu ada bantuan-bantuan tak terduga yang didapat Debbie saat sekolahnya terancam ditutup.

Memang buat bantu orang lain, nggak perlu harus jadi ilmuwan atau jutawan dulu. Debbi Rodriguez sudah membuktikan itu.


”Aku tak pernah puas dengan hanya menjadi seorang penata kecantikan, meski itu kehidupan yang baik. Aku selalu ingin menjadi bagian sesuatu yang lebih besar dan lebih berarti-sesuatu yang memberiku perasaan bahwa aku sedang membantu menyelamatkan dunia”

Minggu, 15 November 2009

Perahu Kertas

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Dee
“Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal, dan berantakan. Dari benaknya mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.

Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah manusia seajaib itu.

Dan kini mereka berhadapan diantara hamparan misteri dan rintangan. Akankah dongeng dan lukisan bersatu? Akankah hati dan impian mereka bertemu?”

...
(dari sampul belakang buku Perahu Kertas)

Buku ini harusnya dilengkapi peringatan: AWAS! Buku ini bisa seenaknya mengaduk-aduk emosi dan mencabik-cabik hati!
Saya membaca buku ini waktu saat sedang bergelut dengan tingginya temparatur tubuh, ingus yang terus mengalir dan kepala yang masih kelinyengan. Lebih nekat lagi, sengaja saya pasang lagu-lagunya Dee di album Rectoverso. Lengkap sudah ”penderitaan” itu. Bagusnya, saya baca buku ini sendirian di dalam kamar. Jadi tak ada yang lihat saat saya mewek mengikuti perjalanan hati yang berliku Kugy dan Keenan.

Tidak seperti waktu saya baca Filosofi Kopi dan Rectoverso yang ceritanya rada ”ajaib”, buku ini terasa lebih ”normal”. Namun begitu, jangan pernah remehkan kemampuan Dee mengacau emosi kita dengan sadisnya. Kalau Rectoverso sudah bikin kamu berkaca-kaca, yang ini dijamin nangis bombay. Kalau saya Joey-nya Friends, buku ini sudah pasti saya masukkan ke dalam ”freezer” karena kebrutalannya mengacak-ngacak hati kita.

Siapkan camilan-camilan lucu, secangkir coklat hangat atau apapun minuman favorit kamu, dan sekotak tisu sebelum membaca buku ini.


”Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.”

”Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih.... Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”

Jumat, 26 Desember 2008

Travellers' Tales. Belok Kanan: Barcelona

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Adhitya-Alaya-Iman-Ninit
Hoooaaeeemmm…
*ngulet sebentar*
Seperti abis bangun dari mimpi yang mengasyikan.
Loncat-loncat dari satu negara ke negara lain. Dari satu benua ke benua satunya lagi. Kenalan sama orang-orang baru yang mengingatkan kita sama teman2 sendiri. Ada yang namanya Francis, Farah, Jusuf, dan Retno.
Terus kita diajak mereka jalan-jalan, transit dari satu pesawat ke pesawat lainnya. Dari Francis yang tinggal di Kansas City, Farah di Hoi An, Jusuf di Abidjan dan Retno di Kopenhagen, semua bergerak ke satu destinasi: Barcelona.
Kita pun bisa ngintip satu persatu diary mereka yang ternyata saling suka satu sama lain dari jaman SMA. Event kawinan Francis di Barcelona, bikin mereka kejar-kejaran buat dulu2an menyatakan perasaan mereka.

This a fun book. Sesuai temanya, buku ini pas banget jadi teman pembunuh waktu saat kita travelling. Cukup berguna juga buat persiapan kita travelling, karena ada sisipan tips ringan dari saat persiapan, perjalanan sampai security tips. Siap-siap aja pengen liburan selesai baca buku ini!


”Travelling-it offers you a hundred of roads to adventure and gives your heartwings.” –Ibn Batutta (quote from the book’s quote ;)

Kamis, 11 Desember 2008

Rectoverso

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Dee
Dewi oh Dewi…darimana kau temukan semua kata2 indah yang merobek hati itu. Bagaimana dirimu merangkainya dalam 11 cerita tentang berbagai macam rasa cinta dan problemanya. Digandeng dengan 11 lagu yang sama emosionalnya, lengkap sudah buku ini mengaduk-ngaduk perasaan.
Apalagi dukungan cuaca mendung, hujan rintik-rintik, hujan besar-besar, lengkaplah sudah t’hanyut melankolis.
Strongly recommended for those hopeless romantic out there. Bersiap2lah untuk teriris-iris sampe meringis, mengais2!
Mood-nya pas banget dengan cuaca Desember yang mendung2 sendu gimana gitu.

“Sebotol mahal anggur putih ad adi depan matamu tapi kamu tak pernah tahu. Kamu terus menanti segelas air putih.”

Senin, 17 Desember 2007

Edensor

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Andrea Hirata
Buku ke-3 dari tetralogi Laskar Pelangi ini benar-benar bikin gue terenyuh. Perjalanan Ikal dan Arai, sepupu jauhnya yang sama-sama dapat beasiswa ke Sorbonne, Perancis, backpacking keliling Eropa pada musim panas. Biaya perjalanan mereka dapatkan dengan "ngamen" jadi ikan duyung. Belum lagi nyasar di Rusia, hampir kena rampok di Rumania dan ditawar om senang di Swiss. Penuh perjuangan namun tetap bikin ketawa ketiwi. Terutama waktu Arai dengan lantangnya ngucapin"Amiiin..." saat sholat jama'ah di sebuah mesjid di Rumania, sementara jama'ah lainnya ngucapin dalam hati.

Seperti "Laskar Pelangi" kata-kata di buku ini terjalin sungguh indahnya. Personifikasinya jelas melampui contoh-contoh standar di buku bahasa Indonesia.

"Menara Eiffel laksana nyonya besar. Tegak kekar, tak peduli. Puncaknya
mencakar ketinggian yang tak terkatakan, serupa mahkota yang melayang-layang dalam buaian halimun. Ia pongah dengan kepala mendongak dan
hanya mau bercakap-cakap dengan awan. ..."

Mantaps nggak tuh! Menara Eiffel bukanlah sosok asing buat kita (yah at least udah pernah liat gambarnya deh) namun di tangan Andrea kita diajak meresapi keagungan si Eiffel ini.
Selain dibuai oleh keindahan kata-katanya kita juga dibikin geli sendiri sama ”kejailan” Andrea. Salah satunya waktu dia memandang kagum poster kak Rhoma.

”Disertai senyum simpatik khasnya, beliau menjawab optimis sambil mengutip
salah satu judul lagu terkenalnya.
Ok dech, bagi yang mudha, yang punya ghaya...Rambathe Ratha Hayo!
Singsingkanh lenganh bajuhh kalau kita mau majuhh!”


Satu hal yang bikin gue kagum termehe-mehe sama cerita ini, time frame-nya bukan jaman dahulu kala, jaman ortu2 kita masih muda dan bercelana cutbray. Tokoh Ikal ini kira-kira masih satu generasi lah sama kita. Dan hari geneee masih ada pemuda dengan semangat juangnya tinggi demi menggapai mimpi-mimpi yang kayaknya jauuuuuhhh...banget dari tempat asalnya (Belitong), sungguh gue salut sesalut-salutnya! Itu sebabnya lo pasti akan maklum kalau tahu gue meluk buku ini selesai baca kalimat terakhirnya.

"Bermimpilah. Karena tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu."

Senin, 12 November 2007

Laskar Pelangi

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Andrea Hirata
Aahhh...aku jatuh cinta sekali dengan buku ini. Ceritanya indah seperti pelangi. Tentang Ikal dan sepuluh orang temannya yang tergabung dalam Laskar Pelangi. Lintang si bintang cemerlang, Mahar si seniman, Kucai si ketua kelas abadi, Borek alias Samson si otot macho, Sahara si keras kepala namun setia kawan, Trapani si anak ibu, Syahdan si calon aktor tanpa bakat akting, Harun si ”penggembira” dan Flo si anak orang kaya yang tomboi bukan main. Mereka adalah anak Melayu Belitong yang bersekolah di SD-SMP Muhammadiyah, sekolah kampung, sekolah gudang kopra, sekolah reot dindingnya bolong sampai harus ”ditambal” dengan poster Rhoma Irama, namun di dalamnya tersimpan sejuta pelajaran tentang hidup. Di sekolah itu ada guru-guru bijak berhati pualam, bu Mus dan pak Harfan. Ada pohon filicium tempat mereka nongkrong menikmati pelangi atau mendengar dongeng super imajinatifnya Mahar.

Kemiskinan memang dekat dengan tokoh-tokoh di buku ini namun tak secuil pun ada nada cengeng mehe2 ala film india ata sinetron murahan Multivision dan sekutunya. Gue jusru dibikin ketawa geli pada bab-bab awal buku ini (penjelasan tentang jenggotnya pak Harfan & poster Rhoma Irama sukses bikin gue sakit perut!). Dibikin senyum2 simpul saat Ikal mengalamai cinta pertama. Dibikin nangis juga tentunya. Dibikin malu (plus berasa digampar plak!) sama tekad Lintang yang tak surut pergi sekolah walau dihadang buaya (segala busway, galian PAM, telepon mobil tabrakan, macet di tol, kayak gak ada apa2nya deh!)
Aahhh...segala macam emosi komplit lah!

Sungguh ini satu cerita sederhana yang berhasil bikin gue ngiri berats! Gue pengen banget punya guru kayak bu Mus dan pak Harfan. Gue pengen banget punya teman sekelas yang penuh warna kayak Laskar Pelangi. Waktu mereka main seluncuran pelepah pisang di musim hujan, gue bisa ngerasain kegembiraan mereka dan berharap ikut duduk di pelapah pisang yang ditarik Samson itu. Gue bisa ngerasain excitement mereka saat manggung bawain ”Owner of a lonely heart” atau menari gila2an ala suku di Afrika waktu karnaval 17 Agustus. Gue berharap bisa ikut bersorak waktu Lintang yang super cerdas menggilas setiap pertanyaan saat lomba cerdas cermat melawan sekolah ”gedongan”. Gue pasti nangis paling bombay saat Lintang harus drop out dari SMP Muhammadiyah karena harus jadi pencari nafkah utama setelah ayahnya meninggal. Dan gue sangat ingin ikut duduk di atas pohon filicium itu sambil mengagumi pelangi.

Ini baru pertama dari tetralogi Laskar Pelangi. Kalo menurut gue buku ini pas banget kalo mau difilm-in. Dari bab pertama gue berasa lagi nonton filmnya Garin Nugroho yang selalu enak dipandang.

Seperti pelangi... buku ini sungguh membekas di hati.

“Saat itu aku menyadari bahw kami sesungguhnya adalah perkumpulan persaudaraan cahaya dan api. Kami berjanji setia di bawah halilintar yang menyambar-nyambar dan angina topan yang menerbangkan gunung-gunung. Janji kami tertulis pada tujuh tingkatan langit, disaksikan naga-naga siluman yang menguasai Laut Cina Selatan. Kami adalah lapisan-lapisan pelangi terindah yang pernah diciptakan Tuhan.”


Selasa, 31 Juli 2007

Harry Potter & The Deathly Hallows

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:JK Rowling
Tante JK Rowling emang pinter banget “nipu” pembacanya. Udah gitu kita dikasih tau ketipunya pas bab-bab terakhir pula. Kalau selama ini kita pikir Snape itu jahat superlicik dan Dumbledore itu sosok sempurna tanpa cacat...weits! Baca dulu sampai habis!

Petualangan Harry, Ron dan Hermione udah masuk tahap serius. Tanpa Dumbledore, tanpa Sirius, mereka harus berjuang sendiri buat nyari ”Horcruxes”-nya Voldermort. Nggak ada waktu buat senang sedikit pun karena mereka harus ngumpet dari kejaran Death Eater dan Kementrian Sihir (yang udah disusupi Death Eater). Persahabatan tiga tokoh utama ini sungguh diuji.
Duel good witch vs bad witch semakin seru! Apalagi pas satu Hogwarts bersatu melawan Voldermort dan Death Eater.
Gong-nya tentulah duel pamungkas (ini Harpot ato cerita wayang sih? :P) Harry vs Voldermort! Bacanya aja udah excited banget…apalagi nanti di film! Awas aja kalo’ nggak seru!

Desas desus, bisik-bisik, gossip-gosip bahwa Harry bakalan metong pada akhirnya…sangatlah tidak benar! Ron dan Hermione pun tetap selamat sampai tamat (halah! Sok rhyming). Eits...bukan berarti nggak ada tokoh baik hati yang metong lho...Di awal-awal cerita aja udah ada satu anggota Order of the Phoenix yang jadi korban Death Eater. Hayoo...siapakah itu?

Setelah semua hiruk pikuk tunggang langgang lintang pukang, tante JK menutup cerita ini dengan manisnya....Maju sembilan belas tahun berikutnya, di King’s Cross station, peron 9 ¾, saat Harry mengantar anak-anaknya menuju Hogwarts.

”The scar had not pained Harry for nineteen years. All was well”

Huhuhuuuuhuu… Harry, we’re gonna miss you!



Jumat, 27 April 2007

Gajah Mada - Perang Bubat

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Langit Kresna Hariadi
Buku Gajah Mada yang satu ini paling lama proses bacanya. Bukan karena tebalnya (justru ini paling tipis dibanding buku2 sebelumnya) melainkan gue sempat merasa jenuh dengan cerita diawal buku ini. Pas pertengahan buku gue baru merasa bersemangat lagi. Justru ini jadi buku yang paling seru (setelah buku pertama) dari seri Gajah Mada lainnya. Judulnya aja udah pake kata “perang” pasti serulah.

Pada buku ini diceritakan Majapahit sedang dalam puncak kejayaannya. Hampi semua wilayah di nusantara berada dalam kekuasaan Majapahit. Gajah Mada membuktikan sumpah yang diucapkannya belasan tahun lalu saat ia diangkat jadi mahapatih Majapahit. Satu yang mengganjal adalah kerajaan Sunda, tetangga terdekat Majapahit, yang masih belum mau bergabung di bawah Majapahit. Gajah Mada yang ambisius ingin menaklukan Sunda melalui jalan kekerasan. Namun ide ini ditentang oleh para ibu suri karena nenek moyang mereka masih ada keturunan Sunda. Apalagi mereka punya rencana menjodohkan putri raja Sunda, Dyah Pitaloka, dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit saat itu.

Kalau jaman sekarang ada orang-orang yang begitu fanatik dengan sosok seseorang yang punya kharisma dan kekuasaan, mereka dengan plek ketiplek mengikuti apa saja kata sosok ini walalu kadang salah mengartikannya. Jaman Majapahit pun udah ada yang seperti itu. Gajah Mada punya pengikut fanatik yang menelan mentah-mentah apa yang dipikirkannya. Walau penerapannya sangat jauh dari yang diinginkan Gajah Mada.
Maka yang seharusnya perhelatan akbar sebuah perkawinan menjadi peperangan yang tak imbang. Calon mempelai wanita terkapar bersama para pengikutnya. Gajah Mada pun duduk tafakur di hadapan rajanya.

Lewat buku ini kita jadi sedikit tahu sosok lain Gajah Mada. Kalau pada buku-buku sebelumnya diceritakan tentang kehebatan sang mahapatih seperti, menumpas pemberontakan, menyusun strategi perang, di buku ini kita jadi tahu kalau sosok sehebat Gajah Mada itu bisa “selip” juga. Mungkin kalau pandangannya nggak sekaku itu terhadap terhadap peleburan kerajaan Sunda-Majapahit, perang Bubat bisa saja tak terjadi.
Konon, gara-gara perang ini, sampai sekarang kita nggak akan menemukan nama jalan Gajah Mada di Bandung.



“Dan, untuk apa memerintahkan lepada para penari bedaya untuk tetap berlatih dan berlatih menari? Haruskah geliat indah gerakan tari itu disuguhkan kepada Prabu yang sedang dililit duka?”

Selasa, 30 Januari 2007

Samurai (Kastel Awan Burung Gereja – Jembatan Musim Gugur)

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Takashi Matsuoka
Jepang baru membuka diri kepada dunia luar. Kedatangan tiga misionaris kristen dari San Fransisco disambut dengan pro-kontra para bangsawan penguasa wilayah. Genji Okumichi adalah salah satu bangsawan Akaoka yang menyambut kedatangan misionaris tersebut dengan tangan terbuka. Leluhur Genji sudah meramalkan kalau suatu hari Genji akan bercakap-cakap dengan orang asing dengan bahasa mereka. Dan yang paling penting dari ramalan itu, suatu hari salah satu dari orang asing tersebut akan menyelamatkan nyawa Genji.
Klan Okumichi memang diberi kelebihan untuk melihat masa depan. Tiap generasi akan mewarisi kemampuan ini. Termasuk Genji, walau menurutnya kemampuan itu lebih seperti kutukan ketimbang kelebihan.
Cerita ini terdiri dari 2 buku. Buku pertama, Kastil Awan Burung Gereja, lebih sadis. Pemenggalan kepala, darah muncrat di sana sini, perang antar klan Okumichi dan shogun, pengkhianatan anak buah Genji, pembantaian satu keluarga...cukup bikin bergidik dan meringis.
Buku kedua, Jembatan Musim Gugur, mengupas lebih jauh tentang leluhur klan Okumichi. Alasan kenapa keturunan klan ini bisa melihat masa depan serta kelanjutan masa depannya. Alurnya lompat-lompat, dibuat nggak runut berdasarkan waktu kejadian, semakin bikin penasaran. Kayaknya nggak sabaran pengen balik halaman berikutnya dan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya...tahu-tahu udah jam 2 pagi.

Awal baca buku ini memang sedikit ribet karena banyaknya tokoh dan nama2 Jepang yang kurang familiar buat kita. Kebantu banget dengan dikasih contekan daftar nama-nama tokoh yang dipajang di halaman awal.


“Mengetahui masa depan sama seperti mengetahui masa lalu. Peristiwa-peristiwa tidak bisa diatur dan diubah, hanya cara menyikapinya yang bisa diubah.” (Samurai: Jembatan Musim Gugur)

Kamis, 27 April 2006

Gajah Mada buku 1 & 2

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Langit Kresna Hariadi
Gajah Mada (buku 1 & 2)

Tenang…tenang…ini bukan buku pelajaran sejarah jaman sekolah. Ini kayak kita baca novel biasa kok.

Yang namanya kekuasaan itu memang suka bikin masalah dari jaman baheula. Jegal menjegal, bunuh membunuh, menggunting dalam lipatan dan sejenisnya bakal dilakuin kalo memang itu yang harus ditempuh demi dapat jabatan. Kalau ingat pelajaran sejarah dulu tentang kerajaan2 di Indonesia, pasti selalu ada cerita pemberontakan, dendam turun temurun, iri hati dll yang semunya menuju ke satu arah, kekuasaan. Nggak beda sama cerita di dua buku ini. Buku pertama, Gajah Mada. Buku kedua, Gajah Mada Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara.

Buku pertama: Kejadiannya waktu Majapahit masih diperintah Jayanegara. Gajah Mada belum jadi Mahapatih, masih pimpinan pasukan khusus Bhayangkara (istilahnya bekel). Sekelompok orang yang bergelar Dharmaputra Winehsuka dengan pimpinannya, Ra Kuti, mencoba memberontak menggulingkan raja. Melalui pertempuran yang sengit mereka bisa menguasi istana, namun raja Jayanegara berhasil kabur bersama pasukan Bhayangkara. Melalui perjuangan yang berat, harus ngumpetin raja ke tempat terpencil, Gajah Mada dan pasukan Bhayangkara berhasil melumpuhkan pemberontakan tersebut. Semua pimpinan Dharmaputra Winehsuka meninggal kecuali Ra Tanca yang menyerahkan diri sebelum dibunuh.
Saat Jayanegara kembali memerintah, nggak disangka justru Ra Tanca yang berhasil ngebunuh raja. Ra Tanca ini seorang tabib paling top di Majapahit. Waktu disuruh ngobatin Jayanegara yang lagi sakit dia malah meramu obat beracun. Jayanegara mati, Ra Tanca dibunuh sama Gajah Mada yang geram lihat rajanya dibunuh di depan mata semua anggota keluarga.

Buku kedua: Jelas ini lanjutan kisah Majapahit setelah ditinggal rajanya. Masalahnya sekarang siapa yang bakal menggantikan kedudukan Jayanegara? Karena dia nggak menikah, nggak punya keturunan, calon penggantinya hanya 1 diantara 2 adek perempuan Jayanegara, Sri Gitarja dan Dyah Wiyat yang biasa disebut sekar kedaton. Para ibu ratu kesulitan menentukan pilihan. Gajah Mada, yang pangkatnya udah jadi Patih Daha, memberikan usul untuk menunda dulu penunjukkan calon pengganti raja. Alasannya nggak lain nggak bukan untuk menghindari pemberontakan terjadi lagi. Pertimbangan lainnya, Gajah Mada curiga sama kekuatan di balik para calon suami para sekar kedaton itu. Kali-kali aja mereka punya agenda t’sembunyi saat calon istri mereka udah jadi ratu.
Kecurigaan ini benar adanya. Karena tak lama setelah terbunuhnya Jayanegara banyak kejadian aneh menimpa Majapahit. Ditambah lagi ada kabar tentang sebuah perkumpulan di sebuah daerah yang berniat menggerogoti Majapahit.

Jalan cerita kedua buku ini penuh kejutan. Di bagian-bagian awal kita dibuat bertanya-tanya apa sih hubungan tokoh ini sama tokoh lainnya? Masuk ke bagian pertengahan sampai akhir bikin kita melongo dan komentar “ooh…ternyata si itu…begitu toh…” Deskripsi cerita perang, penyelamatan Jayanegara, kucing-kucingan sama pasukan pemberontak, keren abis! Penulisnya bisa membawa kita seolah-olah terlempar ke masa itu. Kalimat-kalimatnya runtun dan indah bahkan di saat bermaksud menghina seseorang (“Kamu sudah tua, Ki Pakering. Pikirkan lebih dulu sebelum memutuskan melarikan diri. Bertanyalah pada napasmu apakah masih punya kemampuan untuk mendukung niatmu.”) Tentu saja yang namanya cinta-cintaan udah ada juga di jaman Majapahit. Kebetulan para sekar kedaton itu diceritakan punya wajah cantik jelita dan tentu saja banyak yang naksir. Tapi namanya masih keturunan raja, mereka nggak boleh sembarangan milih calon suami. Harus sesama darah biru tentunya dan sudah pasti melalui perjodohan. Akibatnya ada yang puas, ada yang enggak. Ada yang harus mengalami kisah kasih tak sampai.

Silakan cari di toko buku ternama di kota Anda dan siap-siap ternganga membaca Gajah Mada (haiyah! Sok rhyming).


(“Kesibukan yang harus ia lakukan selanjutnya adalah berusaha dengan sekuat tenaga mengikat jantungnya agar tidak bergerak liar” – Gajah Mada buku 2, h.468)


Selasa, 25 April 2006

Selasa Bersama Morrie

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Mitch Albom
Sakit itu tandanya kita masih disayang Allah. Tapi kalau penyakit itu bikin tubuh kita lumpuh satu persatu apa artinya masih sama? Bayangin aja, kita yang biasanya aktif, mandiri, tiba-tiba divonis kena penyakit langka yang belum ada obatnya. Penyakit itu menggerogoti kemampuan motorik tubuh kita secara perlahan. Nggak bisa jalan, nggak bisa ngetik, nggak bisa nulis, nggak bisa mengenggam cangkir kopi kita, nggak bisa ke kamar kecil sendiri. Hidup kita benar-benar tergantung sama orang lain. Mo’ murka nggak sih rasanya? Kalau Allah sayang sama kita kenapa dikasih penyakit berat kayak gini?
Kita pasti bakal marah dan protes sama Allah kalau mengalami nasib kayak Morrie Shcwartz yang kena penyakit ALS atu Lou Gehrig, penyakit ganas yang menyerang sistem syaraf dan belum ada obatnya.

Ini kisah nyata tentang Morrie seorang professor yang punya hobi dansa. Pribadinya hangat dan disenangi para mahasiswa. Namun gara-gara penyakitnya itu hidup Morrie berubah total. Dia nggak bisa lagi mengajar, berenang, menulis, nyetir mobil apalagi dansa. Dia jadi sangat tergantung sama orang lain. Kayaknya wajar kalo dalam keadaan kayak gitu kita jadi frustasi dan marah sama Allah. Tetapi Morrie justru sebaliknya. Justru dengan penyakitnya dia bisa nolongin orang banyak dengan nulis kata-kata bijak yang dimuat disebuah koran. Dia muncul di sebuah acara talk show dan kisahnya jadi inspirasi banyak penonton. Berkahnya banyak surat penonton berdatangan ke rumah Morrie sekedar untuk cerita tentang problem mereka dan minta nasihatnya.
Morrie ngebuktiin bahwa dalam keadaan sakit aja kita masih bisa berguna buat orang lain. Syaraf2nya mungkin bisa dilumpuhkan tetapi akal dan pikirannya nggak akan bisa direnggut sama penyakit apa pun.

Cerita ini ditulis oleh Mitch Albom, mantan mahasiswa Morrie yang selalu datang menjenguk setiap hari Selasa. Setiap pertemuan ngebahas berbagai hal di kehidupan ini, dari keluarga, pekerjaan, memberi maaf sampai kematian.
Buku yang bagus. Bisa bikin kita lebih menghargai dan tidak menyia-nyiakan sehat. Satu lagi, dalam keadaan sakit tak berdaya, dukungan keluarga adalah obat manjur paling utama.


“Aku tidak ingin meninggalkan dunia ini dalam cengkeraman rasa takut. Aku ingin mengetahui semua yang terjadi, menerimanya, merasakan kedamaian, baru pergi.”

Rabu, 03 Agustus 2005

Harry Potter & The Half-Blood Prince

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:JK Rowling
Aahh…saya suka sekali dengan buku ini. Karakter Harry makin dewasa dan dia nggak marah2 mulu kayak di buku ke-5.
Awalnya sempat kagok juga neh baca buku yang ke-6 karena jaraknya cukup jauh sama yang sebelumnya. Biar inget lagi musti dipancing dikit baca bab akhir buku ke-5.
Bab-bab awal rasanya masih datar-datar. Harry masih sedih setelah Sirius Black mati, masih dalam tahap nggak terima kenapa dia yang diramalkan buat ngebunuh Voldermort.
Cerita makin seru saat Harry balik lagi ke Hogwarts. Ada cerita-cerita baru tentang masa lalu Voldermort, hubungan Ron & Hermione yang makin “seru”, masih tetap sengit sama Draco Malfoy & Snape, dan…Harry punya “gebetan” baru :p
Dan…ada satu karakter lagi yang mati (kayaknya mulai buku ke-4 pasti ada aja yang mati).

Nggak bisa banyak2 kasih bocoran neh temans, takut dimarahin sama yang belum baca, hehehe. Pokoknya Tante JK Rowling jago bener deh ngaduk2 emosi kita di buku ke-6 ini, t’utama pas bab2 terakhir. Hayo2 mumpung masih tanggal muda segeralah ke toko buku terdekat!


"…in spite of everything, in spite of the dark and twisting path he saw stretching ahead for himself, in spite of the final meeting with Voldermort he knew must come, whether in a month, in a year or in ten, he felt his heart lift at the thought that there was still one last golden day of peace left to enjoy with Ron and Hermione."

Senin, 30 Mei 2005

The Five People You Meet in Heaven

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Mitch Albom
Ini cerita tentang Eddie, pria usia 83, yang bekerja sebagai maintenance di taman hiburan Ruby Pier. Ceritanya berawal dari hari kematian Eddie di depan sebuah wahana baru.
Eddie sedang berusaha menyelamatkan seorang anak kecil lalu tiba-tiba ia tak sadar diri...dan bangun di alam baka.

Eddie merasa sepanjang hidupnya adalah kesia-siaan belaka karena hanya dihabiskan bekerja di taman hiburan. Nggak ada yang hebat sama pekerjaan itu, hanya ngecek-ngecek rem, kalo ada yang macet diminyaki, kalo udah banyak lemaknya dibersihin...apalagi ini adalah “profesi turunan” dari bapaknya Eddie.

Melalui 5 orang yang dia temui di alam baka, Eddie baru sadar kalau hidupnya tidak sesederhana yang dia pikir. Satu kejadian saling berhubungan dengan kejadian lain yang bisa mengubah kehidupan orang lain, baik yang pernah ditemui Eddie bahkan yang tak dikenalnya sama sekali. Setiap orang punya cerita masing-masing yang sangat menyentuh. Tetapi cerita orang ke-5 yang betul-betul dahsyat!

Kalo pernah baca Tuesdays with Morrie (Selasa bersama Morrie) pasti bakalan suka juga sama nih buku. Penulisnya sama, Mitch Albom yang bisa nyentuh emosi pembacanya tanpa terkesan cengeng.
Buat yang saat ini merasa cerita hidupnya biasa-biasa aja, merasa punya kerjaan yang biasa-biasa saja, merasa nggak pernah ngelakuin sesuatu yang luar biasa, buku ini cukup bisa memberikan cara pandang yang berbeda tentang hidup (ceileee…).

English version-nya udah ada di QB or Aksara, yang versi Indonesianya udah b’tebaran deh di Gramedia. Kemaren di Subtitles, Dharmawangsa, gue udah liat juga tuh DVD-nya, tapi baca bukunya dulu aja kali yeeee, lebih enak “ngawang-ngawangya”.

Jumat, 20 Mei 2005

Star Wars III: Revenge of The Sith

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Must see movie of the week!
Not much of Star Wars fans, but you must watch it!
seru, sedih, nyebelin, ngenesin. Nggak perlu diceritain lengkap dong, ntar nggak seru lagi nontonnya.

Hayo, wiken sudah di depan mata segera ngantri di cineplex terdekat.

("The fear of loss it's a path to the Dark Side"-- Master Yoda)