Senin, 30 April 2007

Break dari Kopi




Efek samping setelah sembuh dari parathypus itu, gue disarankan untuk menjaga makanan, termasuk kebersihannya. Makanya sekarang gue ikutan geng "rantangers", bawa makanan dari rumah termasuk sendok garpunya. Daripada daripada kan yaaa...


Makanannya juga nggak boleh yang pedas-pedas atau asem-asem. Itu sebabnya sampe sekarang gue blom berkunjung ke Burger King di SenCi. Apa enaknya makan burger kalo gak pedas dan berlimpah mayonaise (ooh!). Kalo sekedar pedas or asem masih bisa gue tahan. Asal jauh-jauh aja dari rumah makan Padang terdekat dan menghindari acara keluarga untuk sementara. Daripada ngeces kan yaaaa..


Namun pesan yang paling menyakitkan dari pak dokter adalah gue disuruh break dulu minum kopi. OOOHHHHHH!!! Ini dia yang paling syusyeh!  Padahal selama di rumah sakit hot Mocha & Vanilla Latte Starbucks sering terbayang-bayang. Padahal apa enaknya memulai kerja tanpa caffeine? Padahal wangi kopi itu kan enak banget yaaaa... Maka untuk sementara gue jadi peminum setia teh tarik.


Terakhir check up ke dokter Jum'at minggu lalu, sebaiknya gue nunggu sebulan dulu baru boleh minum kopi. Lama yeeeee...


PS: tapi gue masih menerima undangan ngopi2 lho. kan masih bisa pesan hot chocolate atau green tea frappucino ;)


 

Jumat, 27 April 2007

"Rumahku Istanaku: Peluncuran RumahKata & Perayaan Ulangtahun Komunitas BungaMatahari"

Start:     Apr 28, '07 7:00p
Location:     West Pacific, belakang Gedung Jaya, Jl. M. H. Thamrin
Dateng yuukkkk!!!

Komunitas Puisi BungaMatahari akan mengadakan peluncuran aktivita terbarunya, yang diberi nama RumahKata, dan perayaan ulangtahunnya yang ke-7 di West Pacific, belakang Gedung Jaya, Jl. M. H. Thamrin pada tanggal 28 April 2007 jam 19.00 WIB.

RumahKata yang kali ini mengangkat tema "Rumahku Istanaku" akan menampilkan pameran hasil kolaborasi antara karya sastra dan bentuk-bentuk kesenian lainnya (baca juga definisi RumahKata di akhir pesan ini). Tema ini dirasa tepat sebagai pembuka dari rangkaian RumahKata selanjutnya karena panitia ingin penampil maupun pengunjung merasa bahwa di sinilah mereka bisa nyaman menjelajahi dan menikmati kemungkinan-kemungkinan segar mengapresiasi sastra. Tema ini juga dianggap pas untuk menggambarkan suasana khas BuMa selama tujuh tahun keberadaannya.

Pameran "Rumahku Istanaku" melibatkan Suryo "Injun" Nugroho dengan sekumpulan komik puisinya dan sebuah kelompok yang menamakan diri mereka Seniman Magang dengan karya instalasi serta foto. Pameran akan berlangsung sampai 5 Mei 2007.

Susunan acara lainnya meliputi:



Pembacaan Puisi / Cerpen

Andri VB

Epri Tsaqib

Jorgy Ibrahim

Lulu Ratna & Olin Monteiro (2 dari penulis buku kumpulan puisi "Biru Hitam Merah Kesumba", yang beberapa karya di dalamnya menjadi materi pameran komik puisi) bersama Feby Indirani & Indah Survyana

Nivell Rayda



Turut dimeriahkan oleh:

Happy Salma

Ivy Batuta

Kurnia Effendi



Pembacaan Puisi & Lagu

Acha bersama Anya & Olivia

Otak and Chair



Penampilan Musik

Perusak Suara (Iman 'Zeke and the Popo')

Polypony

ScumCitySound feat. Dice


Seperti acara-acara BuMa lainnya, panitia akan menyadiakan waktu bagi mereka yang ingin membaca puisi spontan.

Mari meriahkan RumahKata. Jangan ragu, jangan malu karena tiada kesan tanpa keikutsertaanmu.

Salam,


Panitia RumahKata "Rumahku Istanaku"

Definisi RumahKata

RumahKata adalah sebuah acara berkonsep pameran yang menampilkan karya-karya eksplorasi dari literatur yang dipadukan dengan kesenian-kesenian lain. Pameran selalu dibuka dengan sejumlah pertunjukan yang sedapat mungkin juga mengusung semangat kolaborasi, baik antara dua atau lebih bentuk kesenian yang berbeda maupun dua atau lebih penampil. Acara ini diselenggarakan secara berkala oleh Komunitas BungaMatahari (BuMa) dan mengangkat tema berbeda setiap kalinya.

BuMa membuka serta menyediakan kesempatan bagi siapa saja, individu maupun komunitas, untuk bersama-sama mencari kemungkinan terbentuknya hubungan antara sastra dengan bentuk-bentuk seni lainnya.

Acara ini gratis dan terbuka bagi siapa saja yang punya perhatian dan minat terhadap literatur dan seni.
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Ulil di gulaligilaluli@yahoo.com [gulaligilaluli(at)yahoo(dot)com] / 0813 8147 8945 atau Festi di pepsi_golda@yahoo.com [pepsi_golda(at)yahoo(dot)com] / 0816 116 8418.

Gajah Mada - Perang Bubat

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Langit Kresna Hariadi
Buku Gajah Mada yang satu ini paling lama proses bacanya. Bukan karena tebalnya (justru ini paling tipis dibanding buku2 sebelumnya) melainkan gue sempat merasa jenuh dengan cerita diawal buku ini. Pas pertengahan buku gue baru merasa bersemangat lagi. Justru ini jadi buku yang paling seru (setelah buku pertama) dari seri Gajah Mada lainnya. Judulnya aja udah pake kata “perang” pasti serulah.

Pada buku ini diceritakan Majapahit sedang dalam puncak kejayaannya. Hampi semua wilayah di nusantara berada dalam kekuasaan Majapahit. Gajah Mada membuktikan sumpah yang diucapkannya belasan tahun lalu saat ia diangkat jadi mahapatih Majapahit. Satu yang mengganjal adalah kerajaan Sunda, tetangga terdekat Majapahit, yang masih belum mau bergabung di bawah Majapahit. Gajah Mada yang ambisius ingin menaklukan Sunda melalui jalan kekerasan. Namun ide ini ditentang oleh para ibu suri karena nenek moyang mereka masih ada keturunan Sunda. Apalagi mereka punya rencana menjodohkan putri raja Sunda, Dyah Pitaloka, dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit saat itu.

Kalau jaman sekarang ada orang-orang yang begitu fanatik dengan sosok seseorang yang punya kharisma dan kekuasaan, mereka dengan plek ketiplek mengikuti apa saja kata sosok ini walalu kadang salah mengartikannya. Jaman Majapahit pun udah ada yang seperti itu. Gajah Mada punya pengikut fanatik yang menelan mentah-mentah apa yang dipikirkannya. Walau penerapannya sangat jauh dari yang diinginkan Gajah Mada.
Maka yang seharusnya perhelatan akbar sebuah perkawinan menjadi peperangan yang tak imbang. Calon mempelai wanita terkapar bersama para pengikutnya. Gajah Mada pun duduk tafakur di hadapan rajanya.

Lewat buku ini kita jadi sedikit tahu sosok lain Gajah Mada. Kalau pada buku-buku sebelumnya diceritakan tentang kehebatan sang mahapatih seperti, menumpas pemberontakan, menyusun strategi perang, di buku ini kita jadi tahu kalau sosok sehebat Gajah Mada itu bisa “selip” juga. Mungkin kalau pandangannya nggak sekaku itu terhadap terhadap peleburan kerajaan Sunda-Majapahit, perang Bubat bisa saja tak terjadi.
Konon, gara-gara perang ini, sampai sekarang kita nggak akan menemukan nama jalan Gajah Mada di Bandung.



“Dan, untuk apa memerintahkan lepada para penari bedaya untuk tetap berlatih dan berlatih menari? Haruskah geliat indah gerakan tari itu disuguhkan kepada Prabu yang sedang dililit duka?”

Selasa, 24 April 2007

Apa Adanya

Teman
aku menerimamu apa adanya
 

Licikmu
Culasmu
Muka manis palsumu
Berkelitmu


Teman
Aku menerimamu apa adanya
 
Walau kau penuh tipu daya
Walau kau menusuk belati di belakangku
Walau kau sebarkan dusta diantara kita
Walau kau buang badanmu saat berbuat salah 


Teman
Aku menerimamu apa adanya 


Meski ada muntah tertahan kala menyebut dirimu "teman"
Aku terima kau apa adanya 


Meski baikmu tidaklah seberapa
Dibanding burukmu


 


30/03/07


Senin, 23 April 2007

Tentang Sakit







Yup! Akhirnya gue
ngerasain juga itu kasur rumah sakit untuk pertama kalinya.
Siapa sangka
gue yang doyan makan enak ini dan cukup memperhatikan kebersihan (ehem)
ditundukkan oleh virus yang bernama PARATIPHUS, masih keluarganya tipus deh.








Hari Rabu (11/04)  badan gue panas
banget dan pusing cenut2 luar biasa. Siangnya gue panggil mbak Warsih buat
mijet, gue pikir ini cuma masuk angin biasa. Karena malam sebelumnya, gue mandi
di atas jam 8 dan abis itu kedinginan.

Makin malam,pusing gue nggak berkurang juga. Malah tambah nggak bisa makan gara2
mual dan muntah terus. Gue pikir besok pagi mungkin mualnya udah bisa
berkurang. Tetapi yang terjadi justru makin parah!
Abis minum pun gue bisa
muntah! Bareng bokap dan kak Weni gue pun menuju ke RS Gandaria.
Astagaaaa…katanya UGD tapi kok ya dokternya blom dateng? Untung susternya
berbaik hati nyuruh gue berbaring dulu sambil 
nunggu dokternya. Bokap pun mulai bawel minta dokter yang lain. Si
suster pun nawarin dokter internist yang ada. Okeh lah! Yang penting diperiksa.






Abis diperiksa, seperti yang udah diduga sih, pasti bakal diinfus karena
nggak ada makanan yang bisa masuk ke perut gue. Dan itu artinya gue bakal
nginep di rumah sakit ini. Ya itulah yang terjadi.  




Bisa dibilang dari kecil gue ini paling jarang sakit dibanding kakak2 gue.
Kalau pun sakit pasti sangat tidak menyusahkan seperti anak kecil lainnya yang
suka merengek atau susah disuruh minum obat. Gue lebih banyak tidur dan makan
pada saat mau minum obat.
Sekali ini sakit gue benar-benar nyusahin. Dari bokap,
nyokap, abang, kakak2 dan suaminya, sampai Seli sepupu gue ikut jagain di rumah
sakit (sampe nginep segala, thanks cousin, mmmuah).






Selama sakit yang  gue suka justru jadi
sangat menganggu. Nggak tahan dengar suara TV, suara orang ngobrol, suara musik
(gila!) Gue juga sangat sensi sama yang namanya lampu. Kalau ini emang
kebiasaan dari kecil, kalau sakit gue nggak suka sama lampu yang terlalu
terang. Nggak hanya lampu di kamar RS, gue juga nggak tahan liat layar HP.






Satu hal yang sepertinya sangat tidak mungkin terjadi di hari biasa adalah
betapa sulitnya nyuruh gue makan (!) Yang nyuapin gue makan pasti gemes banget
karena dikit banget makanan yang masuk mulut.

Namun ini hanya terjadi pada 3 hari pertama gue di rumah sakit.
Begitu udah
segeran gue jadi cepat laper. Kue-kue Mon Ami yang disajikan setiap sore pun
selalu habis gue santap, biasanya ini jatah para penunggu ;) Gue pun bisa
dengan bahagianya menyeruput susu coklat hangat di pagi hari.









Yang sangat membantu adalah para suster di sana yang sabar merawat diriku.
Kayaknya tiap 5 menit gue bunyiin bel, minta ini itulah, dan mereka tetap dengan
telaten memenuhi permintaan gue. Trima kasih mbak2 ibu2 suster :D

Tentu saja nyokap adalah orang yang paling sering nungguin gue di rumah
sakit. Pengennya sih tiap malam dia nemenin gue tidur di rumah sakit, tapi
nggak tegalah gue. Ntar dia ikutan sakit lagi.  Sedihnya gue nggak sempat maen bareng Syifa & Adam yang nginep hari
Sabtunya. Syifa sih sempat jenguk gue ke rumah sakit, walau dia keliatan
bingung liat gue yang terbarng sakit. Sementara gue penasaran pengen liat Adam
yang udah punya 4 gigi dan makin sering ngoceh.  






Gue baru tahu ya, kalau di rumah sakit itu dokter hanya berkunjung sekali,
pagi doang. Tanya-tanya, pegang-pegang, pasang stetoskop, suruh tarik nafas,
udah deh dia pergi lagi. Jadi tuh dokter nggak ada deh pas perut gue melilit
dengan hebatnya Sabtu siang itu. Padahal udah banyak obat masuk, yang diminum
atau disuntik lewat infus. Cuma para suster aja yang bolak balik, ngikutin
instruksi dokter yang dikasih lewat telpon. Inilah akibat keseringan nonton
”Grey’s Anatomy” dan ”ER”. Berharap ada dokter intern yang siap melayani setiap
kali lo merasa sakit. Pengennya sih ketemu yang seganteng doctor mc dreamy, ya
mimpi aja deh lo!

(BTW, Grey’s Anatomy kan ceritanya dokter bedah, nggak nyangkut juga gitu
sama penyakit gue! Doh!)






Oke, tentang sakit
gue ini. Sebenarnya bingung juga, gimana caranya gue bisa kena paratiphus or
typhus or whatever the name is.
Karena seingat gue, belakangan ini jarang banget makan di
tempat2 yang kurang higienis. Kalo gak di kantin kantor, KFC terdekat (dekat
bgt ini) atau mall terdekat. Lalu si dokter
bilang, kadang bukan hanya dari makanan, bisa juga karena alat-alat makan yang
nggak dicuci bersih. Aha! Gue jadi inget keadaan pantry di kantor dan tempat
cuci piringnya.
Hhmm...mungkinkah
gara-gara itu?




So the moral of the
story? Jagalah kebersihan, cuci tangan sebelum makan, mengelap kembali sendok
garpu dengan tissue kalau kita makan di tempat yang kebersihannya meragukan. Nggak
ada salahnya sedikit obssesive compulsive terhadap kebersihan, karena kalau
udah kena penyakit sialan ini, masya Allah nyiksa benar! Secara fisik dan
finansial.




Come to think of
it, makan di resto Padang
kayaknya lebih aman. Karena kita makan dengan tangan telanjang (gak pake sendok
garpu mangsudnya) yang kebersihannya yah...kita sendiri yang jamin. Hehehehehe.




19/04/07





Selasa, 10 April 2007

Joni Jajal Jual

Bermodal tampang lumayan ganteng


Suara lumayan merdu


Omongan lumayan pintar


“Lumayan buat jajal nilai jual,” kata Joni


 


Joni pun siap tebar jala pesona


 


Lirik kanan


Lirik kiri


Eh ada yang tertarik!


Dalam hati Joni memekik


 


Si cewek merasa dapat barang bagus


Si Joni merasa masih laku dijual


 


Lewat sebulan


SMS intens berjalan


Si cewek siap ngundang Joni ke dalam hatinya


 


Lewat sebulan juga


Joni pun berniat ngundang si cewek


 


ke pesta kawinannya.


 


 


26/03/07-revised 9/04/07

Senin, 09 April 2007

Nagabonar Jadi 2

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Belum nonton film ini? Apa kata dunia! Film yang sangat menghibur dan menyenangkan. Satu saat kita diajak ketawa ngakak, nggak lama berselang kita dibikin terharu.

Seperti yang sudah diketahui ini memang sekue film Nagabonar yang diproduksi tahun 80-an akhir (tahun 1986 kalo’ gak salah ya?). Nagabonar udah tua dan punya anak, Bonaga, yang udah jadi orang sukses dan tinggal di Jakarta. Akting Deddy Mizwar udah nggak perlu diragukan lagi deh kerennya. Tora yang jadi anaknya, masih agak canggung logat Bataknya. Kadang2 muncul kadang2 tenggelam. Kalau untuk gila2annya sih, dua orang ini nyambung banget chemistrynya.

Nggak kalah menarik adalah penampilan ”the three stooges”, para partner kerjanya Bonaga. Darius, Uli, dan satu lagi namanya gue lupa, cukup bisa bikin kita hahaha hihihihi. Lihat adegan waktu mereka lagi nyari Nagabonar yang sempat ”MIA” setelah berantem sama Bonaga. Ooh...siapa kira Darius yang ganteng bisa berbicara seperti itu!
Celetukan2nya lucu. Contohnya adegan Nagabonar yang lagi ”ngorek” Wulan Guritno, yang jadi gebetannya Bonaga, tentang hubungan mereka. Jawaban Wulan yang berkelok-kelok ditanggapinya dengan, ”seperti mencari ketiak ular!”
Coba jaman sekarang jarang banget kita dengar perumpaan kayak gitu.

Yang penting saat menonton ini, jangan berpikir terlalus serius, jangan banding-bandingkan dengan film pendahulunya. Nikmatin aja. Yang penting hati terhibur. Kalau kau terlalu banyak berpikir, apa kata dunia! SmileyCentral.com

*imagenya ditarik dari www.nagabonar2.com

Nagabonar Jadi 2

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Comedy
Belum nonton film ini? Apa kata dunia! Film yang sangat menghibur dan menyenangkan. Satu saat kita diajak ketawa ngakak, nggak lama berselang kita dibikin terharu.

Seperti yang sudah diketahui ini memang sekue film Nagabonar yang diproduksi tahun 80-an akhir (tahun 1986 kalo’ gak salah ya?). Nagabonar udah tua dan punya anak, Bonaga, yang udah jadi orang sukses dan tinggal di Jakarta. Akting Deddy Mizwar udah nggak perlu diragukan lagi deh kerennya. Tora yang jadi anaknya, masih agak canggung logat Bataknya. Kadang2 muncul kadang2 tenggelam. Kalau untuk gila2annya sih, dua orang ini nyambung banget chemistrynya.

Nggak kalah menarik adalah penampilan ”the three stooges”, para partner kerjanya Bonaga. Darius, Uli, dan satu lagi namanya gue lupa, cukup bisa bikin kita hahaha hihihihi. Lihat adegan waktu mereka lagi nyari Nagabonar yang sempat ”MIA” setelah berantem sama Bonaga. Ooh...siapa kira Darius yang ganteng bisa berbicara seperti itu!
Celetukan2nya lucu. Contohnya adegan Nagabonar yang lagi ”ngorek” Wulan Guritno, yang jadi gebetannya Bonaga, tentang hubungan mereka. Jawaban Wulan yang berkelok-kelok ditanggapinya dengan, ”seperti mencari ketiak ular!”
Coba jaman sekarang jarang banget kita dengar perumpaan kayak gitu.

Yang penting saat menonton ini, jangan berpikir terlalus serius, jangan banding-bandingkan dengan film pendahulunya. Nikmatin aja. Yang penting hati terhibur. Kalau kau terlalu banyak berpikir, apa kata dunia! SmileyCentral.com

*imagenya ditarik dari www.nagabonar2.com