Selasa, 31 Juli 2007

Harry Potter & The Deathly Hallows

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:JK Rowling
Tante JK Rowling emang pinter banget “nipu” pembacanya. Udah gitu kita dikasih tau ketipunya pas bab-bab terakhir pula. Kalau selama ini kita pikir Snape itu jahat superlicik dan Dumbledore itu sosok sempurna tanpa cacat...weits! Baca dulu sampai habis!

Petualangan Harry, Ron dan Hermione udah masuk tahap serius. Tanpa Dumbledore, tanpa Sirius, mereka harus berjuang sendiri buat nyari ”Horcruxes”-nya Voldermort. Nggak ada waktu buat senang sedikit pun karena mereka harus ngumpet dari kejaran Death Eater dan Kementrian Sihir (yang udah disusupi Death Eater). Persahabatan tiga tokoh utama ini sungguh diuji.
Duel good witch vs bad witch semakin seru! Apalagi pas satu Hogwarts bersatu melawan Voldermort dan Death Eater.
Gong-nya tentulah duel pamungkas (ini Harpot ato cerita wayang sih? :P) Harry vs Voldermort! Bacanya aja udah excited banget…apalagi nanti di film! Awas aja kalo’ nggak seru!

Desas desus, bisik-bisik, gossip-gosip bahwa Harry bakalan metong pada akhirnya…sangatlah tidak benar! Ron dan Hermione pun tetap selamat sampai tamat (halah! Sok rhyming). Eits...bukan berarti nggak ada tokoh baik hati yang metong lho...Di awal-awal cerita aja udah ada satu anggota Order of the Phoenix yang jadi korban Death Eater. Hayoo...siapakah itu?

Setelah semua hiruk pikuk tunggang langgang lintang pukang, tante JK menutup cerita ini dengan manisnya....Maju sembilan belas tahun berikutnya, di King’s Cross station, peron 9 ¾, saat Harry mengantar anak-anaknya menuju Hogwarts.

”The scar had not pained Harry for nineteen years. All was well”

Huhuhuuuuhuu… Harry, we’re gonna miss you!



Rabu, 25 Juli 2007

Selasa, 24 Juli 2007

From the Movie "Music & Lyrics

 

"A melody is like seeing someone for the first time. The physical attraction. Sex.

 

But then, as you get to know the person, that's the lyrics. Their story. Who they are underneath.

It's the combination of the 2 that makes it magical."

 

 

walau udah ketebak jalan ceritanya tetap ada momen or dialog yang bikin kita tersentuh. aaahh...Hugh Grant masih bisa bikin kita terhanyut walau kerut2 di wajahnya makin jelas

Rabu, 18 Juli 2007

Kenapa ya?

...suka merasa nggak enak kalau nagih hutang?

padahal kan sebagai yang orang yang diutangin posisi kita lebih kuat dong?

tapi kok...rasanya suka malu, sungkan, jengah, kalau harus ngingetin orang untuk bayar hutangnya?

padahal kalau gue sendiri yang punya hutang, pasti selalu minta diingetin buat segera bayar. karena berasa nggak enak aja gitu punya hutang.

sayangnya gue nggak bisa nerapin ini kepada yang berhutang pada dirikuw. berasa jadi debt collector banget getuuuuhh...

akhirnya cuma bisa berharap & berdoa mudah2an mereka yang berhutang lancar rezekinya...sehingga bisa bayar hutang

Selasa, 17 Juli 2007

Sementara by Float


Sementara (ost 3 Hari untuk Selamanya)

Sementara... teduhlah, hatiku
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh
Sementara... ingat lagi mimpi
Juga janji-janji
Jangan kau ingkari lagi 

Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Jangan henti disini
 

Sementara... lupakanlah rindu
Sadarlah, hatiku
Hanya ada kau dan aku
Dan, sementara... akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita berdua 

Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara

Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara 

Percayalah, hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Untuk sementara saja

(dari www.floatproject.com)

walau tak terlalu senang dengan ending filmnya namun gue jatuh cinta berats sama soundtracknya. lagu2nya bisa menyeret kita seolah2 lagi jalan-jalan bareng tokoh utamanya. dan lagu ini...njleb! nancep bener! "b'darah2" deh dengernya!

Senin, 16 Juli 2007

"Misleg" Day

Bukan karena sindrom "i hate mondays"
Bukan karena PMS
Berasa ada yang misleg aja hari ini! Tapi nggak tau apa dan kenapanya...

Hadooooooohhhh...!
Mudah2an aja bukan pertanda buruk ye.

Jumat, 13 Juli 2007

Harry Potter and the Order of the Phoenix

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy

Wuaaah…lebih bagus lagi dari film ke-4!
Para pemain utama udah nggak lucu lagi karena tampangnya udah pada ABG. Terutama Daniel Radcliffe yang bodinya mulai keliatan “laki”. Uugh!
Seiring dengan bertambah umur tokoh Harry dkk cerita ini memang semakin “gelap”.

Di sekuel ke-5 ini, Lord Voldermort mulai bangkit dan mengumpulkan para pengikutnya, Death Eaters. Dia semakin brutal mengincar Harry dengan cara memasuki pikirannya. Harry yang masih shock dengan kematian Cedric jadi tambah stress dengan ulah Voldermort ini. Sementara Kementrian Sihir masih aja menyangkal kemunculan balik Voldermort alih-alih sang perdana menteri menuduh Dumbledore & Harry Potter nyebarin isu nggak bener. Karena kesal dengan sikap kementrian mereka, para penyihir yang dulu pernah bersatu melawan Voldermort, bersatu lagi. Ya si Order of the Phoenx inilah namanya. Ternyata di dunia sihir yang namanya pemerintah suka rese juga ya, hehehehe.

Waktu baca buku ke-5 gue sebenarnya nggak terlalu suka sama tokoh Harry karena dia marah-marah mulu! Udah gitu jadi keras kepala susah dibilangin. Akan tetapi setelah melihat aktingnya Daniel Radcliffe yang semakin matang seperti bodinya (lho?!) gue justru berbalik suka.
Gary Oldman sebagai Sirius Black kayaknya ditakdirkan tampil sebentar tapi sangat mengesankan di film-film Harry Potter. Asyik bangetlah aktingnya di sini, jadi orang baik tapi ada bandel-bandelnya juga. Dia juga keliatan nyambung sama Daniel. Gue jadi kebawa sedih waktu Sirius metong, padahal udah tahu juga waktu baca bukunya (pas baca bagian metong ini, refleks gue lempar tuh buku!)
Yang bikin gemes itu Imelda Staunton pemeran Dolores Umbridge, utusan khusus Kementrian Sihir di Hogwarts. Uuuhh…berasa pengen nampar deh! Cucok banget sama apa yang gue bayangin waktu baca bukunya.
Adegan duel-duel sihirnya juga makin oke! Dumbledore’s Army vs Death Eaters, Order of the Phoenix vs Death Eaters, Dumbledore vs Voldermort…dahsyat deh!

Gue kasih bintang 5 karena gue bisa lebih suka filmnya daripada bukunya. Ada gunanya juga yah film ini ganti-ganti sutradara. Selalu ada penyegaran gituh. Hidup David Yates!

"Expelliarmus!"